Selasa, 13 Januari 2015

Laporan Magang 1 oleh mahasiswa universitas muhammadiyah makassar


 










LAPORAN
KEGIATAN MAGANG 1


SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE

Oleh
Nama  : RISAENALDI
NIM      : 10540877213


PROGRAM STUDI S1
JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Agustus, 2014




KATA PENGANTAR

                       Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan Rahmat, Hidayah dan perlindungan yang di berikan keada penulis sehinnga penulisan laporan Magang 1 ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
                       Rampungnya penulisan laporan magang 1 ini dapat di sadari tentunya tidak terlepas dari dukungan, kerja sama dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga penulisan laporan magang 1  ini dapat tersusun, meskipun penulisan masih banyak kekurangan di dalamnya maka sepantasnya penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada :
1.    Bapak Khaeruddin, S.Pd.,M.Pd., selaku dosen pengampu yang telah memantau, membimbing serta memberikan dukungan kepada penulis selama melakukan observasi di sekolah.
2.    Bapak Tawakkal, Spd,M.Si selaku Kepala Sekolah SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yang  telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan observasi di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
3.    Bapak dan Ibu guru serta staf/karyawan SD Negeri 16/24 Bulu Tellue, yang  telah membantu dan membimbing penulis selama melakukan kegiatan magang 1 ini.
4.    Kepada kedua orang tua yang telah memeberikan support dan bantuannya utamanya materi .
5.    Terima kasih atas semua pihak yang tidak sampai penulis sebutkan satu–persatu dalam laporan ini. Semoga bantuan dan dukungan dari semua pihak mendapat Ridha dan Rahmat di sisi Allah SWT. AAMIIN.
           Akhirnya penulis berharap, laporan magang 1 ini dapat menjadi teman dan sahabat yang selalu di rindukan walaupun masih jauh dari kesempurnaan.

                                                                                      Makassar,………….2014


                                                                                      Penulis.




RUBRIK PENILAIAN
LAPORAN KEGIATAN MAGANG 1

            Nama                         : RISAENALDI
            NIM                             : 10540877213
            Jurusan/ Prodi          : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Bab
Kompenen
Kriteria
SkalaPenilaian
1
2
3
4
1
Pendahuluan
Visi Misi sekolah




Profil sekolah




2
Prosedur Pelaksanaan
Jelas jumlah siswa, tempat, dan waktu pelaksanaan magang 1




Langkah-langkah melakukan pengamatan




3
Hasil pelaksanaan dan pembahasan



Deskripsi hasil pengamatan langsung kultur sekolah




Deskripsi hasil pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogik, kepribadian, dan sosial.




Deskripsi hasil pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik.




Deskripsi hasil pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.




Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran




4
Simpulan dan  Saran
Menyajikan simpulan hasil pelaksanaan.




Saran tindak lanjut diberikan berdasarkan temuan dan pembahasan hasil pelaksanaan pembelajaran inovatif di kelas.




5
Daftar Pustaka
Daftar pustaka relevan dan penulisannya sesuai ketentuan.




Jumlah





Keterangan
·         Nilai : 1 kurang sekali; 2 kurang; 3 baik; 4 baik sekali
·         Penentuan Nilai Akhir (NA) Magang 1
NA = (Jumlah Nilai Guru Pembimbing + Jumlah NIlai Dosen Pembimbing)/2
·         Interval Nilai

Makassar…………………2014
DosenPengampu,





Khaeruddin, S.Pd. M.Pd.






BAB I
PENDAHULUAN

A.   Visi Misi SD NEGERI 16/24 Bulu Tellue

Ø  Visi
Menyukseskan wajib belajar dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa dan memelihara kepercayaan warga masyarakat terhadap sekolah.
Ø  Misi
1.    Menyiapkan siswa yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
2.    Membentuk sumber daya manusia yang mampu dalam IPTEK handal dalam IMTAQ
3.    Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

Catatan : Visi dan misi SD Negeri 16/24 Bulu Tellue tertulis, dipajang dan sesuai dengan kondisi sekolah. Visi dan misi sekolah ini disusun bersama pemangku sekolah (kepala sekolah, guru dan komite sekolah), semua warga sekolah tahu dan memahami rumusan visi dan misi sekolah.






B.   Profil Sekolah

·         Nama Sekolah         : SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE
·         NSS                            : 101180203016
·         NPSN                         : 40300864
·         Propinsi                                 : Sulawesi Selatan
·         Kabupaten                            : Pangkajene dan Kepulauan
·         Kecamatan                            : Tondong Tallasa
·         Desa/Kelurahan                  : Bulu Tellue
·         Jalan                                      : JL. Poros Tondong Tallasa
·         Status Sekolah                     : Negeri
·         Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi sampai Siang
·         Jenis Dan JumlahRuangan
1.    Ruang Kelas                  : 6 Ruangan
2.    Ruang KepalaSekolah : 1 Ruangan
3.    Ruang Guru                   : 1 Ruangan
4.    Ruang Perpustakaan   : 1 Ruangan
5.    Pos Satpam                    : 1 Ruangan
6.    Mushollah                       : 1 Ruangan
7.    Gudang                           : 1 Ruangan
8.    Wc                                                : 2 Ruangan
9.    Dapur                               : 1 Ruangan
10. Kantin                              : 1 Ruangan
11. Laboratorium                  : 1 Ruangan

·         Kualifikasi Guru
1.    SPG                                  : 2 Orang
2.    D1                                     : 0 Orang
3.    D2                                     : 0 Orang
4.    D3                                     : 1 Orang
5.    S1                                     : 7 Orang
6.    S2                                     : 1 Orang
7.    Total Guru PNS              : 7 Orang
8.    Total Guru Honor                       : 4 Orang
9.    JumlahKeseluruhan Guru       : 11 Orang


·         Data Guru SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE
No.

Nama

NIP
Status Kepega-waian
Jabatan
Golongan
1.
Tawakkal, S.pd., M.Si
19560209 198206 2 001
PNS
Kepala Sekolah
IV/a
2.
Rasiah, S.pd. SD
19550207 199701 2 003
PNS
Guru Kelas
IV/a
3.
Ince Nursiah
19570228 198203 2 001
PNS
Guru Kelas
IV/a
4.
Nasiruddin
19550105 198303 2 003
PNS
Guru Kelas
III/a
5.
Hadina Ilyas, S.pd
19620520 198303 1 038
PNS
Guru Kelas
IV/a
6.
Sampara, A.Ma.Pd
19610114 198306 2 002
PNS
Guru Kelas
IV/a
7.
Muh. Akbar Amir, S.pd
19671205 199211 2 003
PNS
G.
BidangStudi
IV/a
8.
Suriani, S.pd

Honor
Guru Kelas


9.
Hasmawati, S.pd.i

Honor
G.
BidangStudi

10.
Suryani, A.Ma

Honor
G. BidangStudi

11.
Hasniarti, A.Ma

Honor
G.
BidangStudi




·         Unit kegiatan siswa.
Unit kegiatan siswa di SDN 16/24 Bulu Tellue yaitu Pramuka dan Dokter kecil



BAB II
PROSEDUR PELAKSANAAN
A.   Jumlah siswa, tempat dan waktu pelaksanaan magang 1.

Ø  Jumlah siswa
Jumlah siswa SD Negeri 16/24 Bulu Tellue pada tahun ajaran 2014/2015 yaitu berjumlah 137 siswa, dimana siswa laki-lakis ebanyak 58 siswa, sedangkan siswa perempuan sebanyak 79 siswa.

Berikut data siswa SD Negeri 16/24 Bulu Tellue
Kelas
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
1
8
14
22
2
11
10
21
3
9
12
21
4
12
11
23
5
7
15
22
6
11
17
28
Jumlah
58
79
137

Ø  Tempat
Tempat pelaksanaan magang 1 (satu) inii dilaksanakan di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Ø  Waktu
      Waktu pelaksanaan magang 1 (satu) ini dilaksanakan selama satu bulan mulai dari tanggal 2-30 agustus 2014. Jumlah masuk disekolah selama 12 kali pertemuan. Berada di sekolah dari pukul 06.45 WITA sampai dengan 12.05 WITA.






B.   Langkah-langkah melakukan pengamatan
1.      Mahasiswa diberikan pembekalan magang 1 oleh masing-masing dosen pengampuh.
2.      Mahasiswa di berikan kesempatan untuk melakukan magang 1 secara individu disekolah masing-masing yang telah dipilih.
3.      Memasukkan surat laporan Magang 1 di Kantor Dinas Pendidkan dan Kepala Sekolah yang akan ditempati magang 1.
4.      Wawancara kepala sekolah, Guru, dan komite sekolah.
5.      Melakukan observasi atau pengamatan dikelas dan lingkungan sekolah.


BAB III
HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil pelaksanaan
A.1. Deskripsi hasil pengamatan langsung kultur sekolah.
                                                                                               
1.  Kedisiplinan warga sekolah.
a.  Kepala Sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan selama beberapa hari, bahwa kepala SD Negeri 16/24 Bulu Tellue telah menjalankan tugasnya secara maksimal terutama disiplin waktu, cara berpakaian dan memberi andil dalam kebersihan lingkungan sekolah terutama melaksanakan Visi dan Misi sekolah dengan baik, serta selalu memberikan bimbingan atau didikan kepada siswa.

b.    Guru
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan magang 1 berlangsung, sebagian besar guru datang tepat waktu yaitu pukul 07.00 WITA. Guru kelas ikut mengkordinir anak walinya ikut serta membersihkan ruang dan halaman kelas.
c.    Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan magang 1 berlangsung, sebagian besar siswa datang tepat waktu yaitu pukul 07.00 WITA walaupun masih ada yang terlambat. Siswa  yang piket biasanya datang sebelum pukul 07.00 dan langsung membersihkan ruangan kelas dan halaman kelas, tetapi ada juga beberapa siswa yang piket terlambat. Tidak ada siswa yang bolos.

2.  Program Kerja
a.    Program Umum
-    Rapat awal tahun ajaran
-    Rapat rutin kepala sekolah dan guru
-    Pembinaan guru
-    Penataan halaman
-    Rapat akhir tahunan

b.    Program pengajaran
-    Menyusun jadwal pelajaran
-    Supervise
-    Tes Semester
-    Pembagian Raport
-    Pelaksanaan Ujian
-    Aktifitas SD
-    Penyerahan STTB
c.    Pogram kemuridan atau kesiswaan
-    Penerimaan murid baru
-    Pendataan murid
-    Pelaksanaan BP
-    Pelaporan format S
-    Kenaikan kelas
-    Pelaksanaan kurikuler
d.    Program personalia
-    Mengusulkan kenaikan pangkat dan gaji berkala
-    Pembagian tugas guru
-    Membuat Dp3
-    Membuat format pegawai
e.    Program peralatan gedung sekolah
-    Menginventariskan buku dan alat peraga
-    Menata perpustakaan sekolah
f.     Program keuangan
-    Menginventarisir sumber keuangan
-    Mengawasi keuangan
-    Pengelolaan keuangan gaji, DDP, BPSD dll.
-    Pelaporan keuangan
g.    Program HUMAS
-   Rapat dengan orang tua murid
-   Rapat dengan komite sekolah
-   Pameran hasil-hasil murid
-   Rapat pengurus
h.     Program supervise
-   Pemeriksaan administrasi PBM
-   Kunjungan kelas
-   Pemeriksaan sarana dan prasarana
-   Pemeriksaan administrasi tata usaha
-   Pemeriksaan 7K
-   Pemeriksaan keungan rutin dan komite

3.    Sistem Pengelolaan Keuangan
                    Sumber keuangan di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yaitu dana bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sekolah ini menggunakan bentuk penganggaran pembukuan dimana semua  penerimaan dan pengeluaran harus dibukukan terlebih dahulu kemudian uangnya diterima atau dibayarkan.
        Pengelolaan anggaran di sekolah ini yaitu:
Ø  Dana dibelanjakan sesuai rencana
Ø  Pembelanjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Ø  Dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan pada pihak penerima tanpa persetujuan.

4.    Sistem Pembelajaran
         Sistem pembelajaran di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yaitu sistem pembelajaran terpadu, dimana guru menggabungkan berbagai mata pelajaran . Manfaat dari pelajaran terpadu yaitu akan terjadi pengehematan karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan, meningkatkan taraf kecakapan berpikir siswa, memberikan penerapan-penerapan dunia nyata sehingga dapat mempertinggi kesempatan transfer pembelajaran, siswa akan lebih aktif dan otonom dalam pemikirannya, membantu menciptakan struktur kognitif atau pengetahuan awal siswa, dan akan terjadi transfer pemahaman dari satu konteks ke konteks yang lain, meningkatkan kerjasama antara para guru, para siswa, guru dan siswa.

5.    Partisipasi masyarakat terhadap sekolah ( Komite )
         Dari hasil pengamatan dan wawancara selama kegiatan magang 1 ini berlangsung, partisipasi masyarakat terhadapsekolah ( komite ) yaitu pada saat pemilihan komite dan berpartisipasi melalui pemikiran-pemikiran atau saran-saran kepada sekolah.

6.    Hubungan Sosial antar warga sekolah
a)      Hubungan Sosial kepala sekolah dengan guru dan karyawan serta dengan siswa.
·         Hubungan Kepala Sekolah dengan guru-guru sangat baik, seperti yang saya amati ketika siswa ada lomba kepala Sekolah bersama guru mendampingi siswa tersebut.
·         Karyawan selalu membantu Kepala Sekolah ketika ada hal yang harus dikerjakan.
·         Ketika bertemu dengan Kepala Sekolah siswa langsung bersalaman. Kepala Sekolah ikut mendampingi siswa ketika ada perlombaan
·         Kepala SD Negeri 16/24 Bulu Tellue juga bersifat otoriter, selalu terbuka sehingga permasalahan apa saja yang dihadapi di sekolah selalu dipecahkan secara bersama-sama. Kepala sekolah menjunjung tinggi nilai sikap saling menghargai terhadap guru, karyawan dan siswa.
b)    Hubungan sosial antara guru, karyawan dan siswa
            Karyawan selalu membantu guru-guru, misalnya Tata Usaha, membantu mengetik soal-soal ujian, pengelola UKS, membantu ketika ada yang sakit.
            Ketika datang, siswa selalu bersalaman dengan guru-guru. Ketika ada siswa yang bertengkar guru menasehati dan membimbing mereka.
            Hubungan sosial antara guru, karyawan dan siswa di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue terjalin akrab, harmonis dan memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga memiliki hubungan kekeluargaan yang erat, tanpa memandang suatu perbedaan baik jabatan maupun latar belakang.
c)    Hubungan sosial antara guru dengan guru
            Hubungan Guru dengan guru sangat baik, tidak ada perselisihan, mereka saling memberikan masukan, saling mengisi kekurangan. Ketika pagi guru-guru saling bersalaman.Jika istirahat guru-guru berkumpul di Ruang guru dan mereka saling berinteraksi.
d)    Hubungan sosial antara siswa dengan siswa
            Hubungan siswa dengan siswa sangat baik, meskipun mereka bertengkar tetapi setelah itu mereka bermain bersama lagi.Terkadang ada siswa yang suka mengganggu teman-temannya.



7.    Hubungan Warga Sekolah dengan Komite Sekolah
         Hubungan antara Warga Sekolah dengan Komite Sekolah sangat baik, Komite Sekolah berperan aktif ketika mengadakan rapat dengan orangtua murid.
8.    Hubungan Antara Warga Sekolah dengan Masyarakat Sekitar dan Orang Tua Murid
         Ketika ada siswa yang mengikuti perlombaan orangtuanya, mendukung serta bersedia mendampingi anaknya. Siswa yang tinggalnya jauh dari sekolah orangtuanya mengantar dan menjemput. Ketika ada siswa yang sakit orangtuanya langsung memberitahukan kepada guru wali kelasnya di sekolah.
9.    Sikap siswa terhadap
·            Kepala Sekolah
            Siswa di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue menghargai dan menghormati kepala sekolah sebagai pemimpin. Mereka selalu patuh terhdap kepala sekolah dan peraturan-peraturan sekolah. Cara berkomunikasi antara siswa dengan kepala sekolah sangat baik, santun dan efektif.
·         Guru
            Sikap siswa di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue terhadap guru, menghargai, menghormati  dan patuh. Tetapi, masih ada sebagian siswa yang masih mengabaikan perintah guru. Misalnya: apabila guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan kepada siswa. Sebagian siswa mengerjakan, namun sebagiannya mengabaikan.
            Komunikasi siswa terhadap guru sangat baik, sopan dan efektif. Siswa selalu berani bertanya apabila menemukan masalah atau kesulitan dalam belajar.
·         Para Tamu (orang luar yang berkunjung)
Siswa selalu menunjukan sikap yang baik, ramah, serta saling menghargai dan menghormati apabila ada tamu atau orang luar yang datang berkunjung di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue, cara berkomunikasinya pun santun dan wajar  sehingga orang luar atau tamu yang datang tidak segan untuk bertanya dan cepat akrab.

A.2.   Deskripsi hasil pengamatan untuk membangun kompetensi  dasar pedagogik, kepribadian, dan sosial.
             1. Kompetensi dasar pedagogik
                    Komepetensi dasar pedagogik merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi:
Ø Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
Ø Pemahaman terhadap peserta didik
Ø Pengembangan kurikulum/silabus
Ø Perancangan pembelajaran
Ø Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan logis
Ø Evaluasi hasil belajar
Ø Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.



Kompetensi dasar pedagogik guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue
1)    Kegiatan pembelajaran yang mendidik di kelas dan di lapangan.
-          Kelas
Guru menjelaskan materi pelajaran secara terpadu, terperinci, jelas dan cepat, sehingga peserta didik dapat  mencapai hasil belajar yang optimal. Dengan adanya pembelajaran yang terpadu tersebut siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran  menjadi bermakna bagi siswa.
-          Lapangan
Dari hasil pengamatan, kegiatan pembelajaran di lapangan di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yaitu guru menjelaskan, mengarahkan dan membimbing siswa, cara berbaris yang benar dan rapi serta menjelaskan materi yang berkaitan dengan kegiatan olahraga dengan menggunakan alat peraga, seperti cara bermain bola kaki, bermain bola voli, dan lain sebagainya sehingga siswa dapat memahami mudah kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

2)    Kegiatan Pembelajaran yang Mendorong Peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal.
Dari hasil pengamatan, kegiatan pembelajaran yang mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal yaitu guru memberikan bimbingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam hal ini, diperlukan interaksi antara guru dan siswa, dimana siswa bertanya kepada guru mengenai kesulitan apa yang dialaminya atau guru juga langsung menanyakan kesulitan apa yang dialami siswa sehingga siswa tidak putus asa.
Guru juga  memberikan penguatan kepada peserta didik agar dapat aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga mampu mencapai kriteria yang baik.
3)    Mengamati Berbagai Kegiatan Pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya, yang dilakukan guru.
Kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya yang dilakukan guru adalah pada saat kegiatan pembelajaran di kelas guru sudah menerapkan pembelajaran berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Misalnya guru mengajar dengan metode yang lebih inovatif seperti metode diskusi, eksperimen, demonstrasi, ceramah, main peran serta penugasan. Contohnya dalam menyajikan materi pelajaran Matematika yang dilakukan guru untuk menyajikan materi adalah: menjelaskan secara terperinci dan berusaha menemukan jawaban atas masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat mudah memahami dan dimengerti dan ada juga guru menyajikan pelajaran matematika dengan cara metode hitung jari anak sehingga anak-anak mudah mengerti. Agar siswa tetap semangat dan konsentrasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas. Guru dapat menyajikan materi pembelajaran dengan cara bermain semacam game yang berkaitan dengan materi sehingga dapat mengaktualisasikan potensi peserta didik. Kreativitas itu yang dapat mendorong peserta didik untuk semangat dalam belajar.
4)    Mengamati Kegiatan guru melakukan Refleksi terhadap Pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kegiatan guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah memberikan pertanyaan kepada siswa menyangkut materi yang telah diajarkan sebelumnya dengan tujuan apakah siswa telah memahami dan mengikuti serius kegiatan pembelajaran.
Guru menyimpulkan materi pelajaran dengan cara dituliskan dipapan tulis secara singkat dan menjelaskannya secara terperinci supaya siswa lebih mengerti. Kegiatan lain yang dilakukan guru adalah memberikan latihan soal yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan dengan cara mengoreksinya secara satu persatu.


2. Kompetensi kepribadian.
                        Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan kepribadian yang meliputi :
Ø  Mantap
Ø  Dewasa
Ø  Stabil
Ø  Arif dan bijaksana
Ø  Berwibawa
Ø  Berakhlak mulia
Ø  Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
Ø  Evaluasi kinerja sendiri
Ø  Mengembangkan diri secara berkelanjutan

        Kompetensi kepribadian guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
1)    Mengamati perilaku saling menghargai antar warga sekolah tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat istiadat, daerah asal dan gender.
        Dari hasil pengamatan, perilaku warga sekolah SD Negeri 16/24 Bulu Tellue dilihat dari segi keyakinan yang dianut saling menghargai sesama umat islam berhubung 100% warga sekolah menganut agama yang sama yaitu islam. Sedangkan dilihat dari segi suku, adat istiadat, daerah asal dan gender, warga sekolah selalu menunjukkan sikap yang baik, cara berkomunikasinya santun dengan menggunakan bahasa Indonesia sehingga orang luar yang datang tidak tersinggung, meskipun masih ada sebagian kecil warga sekolah yang menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi.
2)    Mengamati sikap dan perilaku warga sekolah, terhadap norma-norma yang dianut (agama, hukum, dan sosial) yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional indonesia yang beragam.

        Dari hasil pengamatan, warga SD Negeri 16/24 Bulu Tellue
Ø  Menunjukan sikap yang wajar dan santun
Ø  Taat terhadap aturan  yang dianut (Agama, Hukum, dan sosial) yang berlaku dalam masyarakat.
Ø  Selalu menunjukan sikap yang ramah dan cara berinteraksinya pun baik.
3)    Mengamati berbagai strategi  berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan di Lingkungan Sekolah.
Dalam berkomunikasi secara lisan maupun tulisan warga sekolah lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa daerah terutama dalam proses belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas. Dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan warga sekolah selalu memakai bahasa yang santun dan mudah dipahami.
4)    Mengamati komunikasi para guru, staf, dan kepala sekolah dari sudut komunikasi yang efektif, empatik dan santun pada peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara klasikal mulai dari:
Ø  Penyiapan kondisi psikologi peserta didik
Sebelum memulai pelajaran terlebih dahulu, guru selalu mengingatkan dan mengajarkan siswa untuk berdoa.
Ø  Memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon
dalam memberikan pertanyaan atau tugas, guru mengajukan pertanyaan kemudian segera menunjuk salah seorang siswa untuk menjawab.
Ø  Respon peserta didik
Saat siswa menerima pertanyaan yang diberikan guru, sebagian besar siswa aktif dalam menjawab pertanyaan.
Ø  Reaksi guru terhadap respon peserta didik
Ketika ada siswa yang berani untuk menjawab pertanyaan, guru selalu memberikan  pujian agar siswa termotivasi untuk selalu aktif dalam pembelajaran.
3. Kompetensi sosial
              Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk :
Ø  Berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
Ø  Menggunakan tekhnologi komunikasi dan informasi secara fungsional.
Ø  Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik.
Ø  Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

Kompetensi sosial guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
1)     Mengamati sikap inklusif dan obyektif guru terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melakukan pembelajaran.

·      Guru terhadap peserta didik
Jika ada siswa mengalami kesulitan atau masalah, guru memanggil orangtuanya untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa tersebut.
·      Guru terhadap teman sejawat dan lingkungan sekitar.
Jika seorang guru mempunyai kesulitan maka guru yang lainnya selalu memberikan masukan atau memberikan pikiran untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Guru sama-sama saling mengisi kekurangan yang ada pada diri mereka masing-masing. Misalnya seorang guru mempunyai kesulitan dalam pembelajaran dikelas, maka guru yang lain saling mengisi dan memberikan masukan agar guru tersebut dapat menjalani pembelajaran yang lebih baik pada siswanya.

2)     Mengamati komunikasi para guru dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya apakah dilakukan secara santun, empatik, dan efektif.
Dalam berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah tentunya guru menggunakan bahasa yang santun dan bahasa yang mudah di mengerti.
3)     Mengamati komunikasi warga sekolah dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam menginformasikan program pembelajaran dan dalam mengatasi kemajuan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik apakah dilakukan secara santun, empatik, dan efektif.
Untuk memajukan pendidikan, guru mengadakan rapat yang dihadiri oleh orangtua murid. Bagaimana partisipasi dan peran orangtua murid terhadap pendidikan anaknya. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru memanggil orangtuanya untuk bisa mencari solusi terhadap masalah atau kesulitan siswa.
4)     Mengamati keikutsertaan orangtua peserta didik dan masyarakat dalam mendukung program sekolah, pelaksanaan program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
Orangtua tentunya sangat mendukung anaknya menjadi orang yang sukses. Jika seoarang siswa ada yang sakit dan tidak bisa masuk sekolah maka orangtuanya memberitahukan atau mengirim surat buat wali kelasnya.





A.3.   Deskripsi hasil pengamatan untukmemperkuat pemahaman peserta didik
1)  Mengamati karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
Dalam aspek  fisik siswa dalam suatu kelas bervariasi ada yang gemuk, ada yang kurus, ada yang tinggi, ada yang pendek.
      Dalam aspek intelektual juga berbeda-beda ada  yang daya serapnya cepat, ada yang sedang dan ada juga yang daya serapnya lambat. Sosial-emosional, dalam hubungan dengan teman-teman yang lain ada siswa yang cepat marah, egonya masih ada, ada yang sabar, rasa ingin memiliki sesuatu sangat tinggi.
      Moral, tingkah laku peserta didik ada yang disiplin tepat waktu, disiplin dalam berpakaian, disiplin dalam kebersihan lingkungan dan ada juga yang tidak. Sikap saling menghargai dan saling tolong menolong antar sesama. Spritual, dalam keagamaan siswa sering melakukan doa bersama sebelum dan sesudah pelajaran. Untuk lebih mengembangkan rasa spritual siswa, maka setiap hari jum’at bukan hanya siswa saja semua warga sekolah ikut melaksanakan Tafakur dan sholat Dhu’ha bersama-sama.
      Latar belakang Sosial-budaya siswa berbeda-beda ada yang orang tuanya Petani, PNS, Polri, Buruh, dan ada juga Pedagang. Tetapi hubungan pergaulan mereka tidak ada rasa perbedaan dengan latar belakang sosial-budaya.
2)    Mengindentifikasi potensi peserta didik dalam lima mata pelajaran
Siswa mempunyai kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Ada siswa yang pandai dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada juga dalam pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan IPS. Tetapi itu tidak untuk semua siswa ada juga beberapa siswa mengalami kesulitan dalam lima mata pelajaran tesebut.

3)     Mengindentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam lima mata pelajaran
                      Dalam lima pelajaran ada siswa yang mengetahui lebih dulu materi yang diberikan ada juga belum mengetahui.
4)    Mengindentifikasi kesulitan peserta didik dalam lima mata pelajaran
Kesulitan yang terjadi pada siswa dalam lima mata pelajaran adalah dimana saat mata pelajaran Matematika diajarkan, kesulitan siswa terlihat disaat perhitungan dan pembagian. Dan ada juga siswa yang mengalami kesulitan tapi tidak ingin bertanya hanya diam saja. Dengan cara melihat atau mengecek secara individu akhirnya siswa baru mengatakan bahwa dia belum mengerti dengan materi yang telah dijelaskan. Guru memberikan tugas atau ulangan, maka dari ulangan yang telah diberikan, Guru mengetahui siswa mana yang memiliki kesulitan dalam materi yang diberikan.
A.4. Deskripsi hasil pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.
1.    Kegiatan awal proses pembelajaran
     Guru selalu membuka pelajaran dengan mengajak siswa untuk berdo’a terlebih dahulu. Kemudian guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pembelajaran yang akan dipelajari, hal ini dilakukan guru agar guru dapat mengukur pemahaman peserta didik sebelum proses pembelajaran berlangsung.

2.    Proses pembelajaran
                 Dari hasil pengamatan proses pembelajaran di kelas di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue, semua kelas memiliki program semester pembelajaran, dimana program semester tersebut sebagian besar digunakan. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan semua pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat.
                 Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran yaitu metode pembelajaran yang bervariasi atau terpadu. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yaitu sebagian besar siswa aktif dalam bertanya, menjawab atau menyatakan pendapat dengan tertib, meskipun masih ada siswa yang baru berani bertanya, menjawab atau mengajukan pendapat bila ditunjuk oleh guru.
                 Pemanfaatan sumber belajar yang dilakukan guru yaitu guru terampil menggunakan berbagai sumber belajar (termasuk lingkungan sekitar) yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan.
                 Guru menggunakan media untuk memberikan contoh konkrit yang menghubungkan antara teori dan praktik dan merangsang anak berpikir kritis, dimana sebagian besar siswa dapat melihat dengan jelas demonstrasi penggunaan alat peraga, dapat mendengar penjelasan demonstrasi alat peraga, dan memahami cara penggunaannya.
                 Dalam proses pembelajaran guru membuat LKS dan memberikan kepada siswa.

3.    Refleksi hasil pembelajaran
                 Sebelum kegiatan proses belajar mengajar ditutup atau diakhiri, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang pembelajaran yang telah dipelajari, hal ini untuk mengetahui apakah siswa paham dan memperhatikan pelajaran yang baru saja dipelajari, kemudian guru memberi tugas kepada siswa. Setelah itu guru menutup pelajaran dengan berdo’a.

A.5. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran.
          Dari hasil pengamatan proses belajar mengajar di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue sudah baik, dimana disemua mata pelajaran / tema menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan semua pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat, guru juga selalu memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan sehingga siswa mampu mengeluarkan ide mereka sendiri. Dari segi penilaian juga sudah baik, dimana guru menggunakan penilaian proses dan hasil, serta memanfaatkannya untuk kegiatan tindak lanjut. Hasil belajar siswa dijadikan referensi evaluasi mengajar guru dan pelaksanaan remedial atau pengayaan pembelajaran siswa secara keseluruhan. Meskipun proses belajar mengajar di kelas sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) yang telah ditetapkan, hal ini diperlukanpendekatan dan perhatian khusus serta peran serta orangtua dalam membimbing siswa tersebut.

B.  Pembahasan
a.  Pengertian Budaya Sekolah / Kultur Sekolah
          Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak.  Kultur ini juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku, nilai-nilai, sikap hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, dan sekaligus cara untuk memandang persoalan dan memecahkannya. Oleh karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh satu generasi kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang yang didesain untuk memperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut. Konsep kultur di dunia pendidikan berasal dari kultur tempat kerja di dunia industri, yakni merupakan situasi yang akan memberikan landasan dan arah untuk berlangsungnya suatu proses pembelajaran secara efisien dan efektif.
     Faktor pembentuk kultur sekolah misalnya adalah nilai, moral, sikap dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan yang dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah, serta oleh interaksi mereka dengan aspek-aspek dan komponen yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah, guru, materi pelajaran dan antar siswa sendiri. Aturan sekolah yang ketat berlebihan dan ritual sekolah yang membosankan tidak jarang menimbulkan konflik baik antar siswa maupun antara sekolah dan siswa. Sebab aturan dan ritual sekolah tersebut tidak selamanya dapat diterima oleh siswa. Aturan dan ritual yang oleh siswa diyakini tidak mendatangkan kebaikan bagi mereka, tetapi tetap dipaksakan akan menjadikan sekolah tidak memberikan tempat bagi siswa untuk menjadi dirinya.
               Kultur sekolah biasanya berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolah. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala sekolah, guru, orang tua, staf administrasi dan tenaga profesional. Kultur sekolah akan baik apabila:
 a) kepala dapat berperan sebagai model,
 b) mampu membangun tim kerjasama,
 c) belajar dari guru, staf, dan siswa, dan,
 d) harus memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan.
      Kepala sekolah dan guru harus mampu memahami lingkungan sekolah yang spesifik tersebut. Karena, akan memberikan perspektif dan kerangka dasar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai problem yang terjadi di sekolah. Dengan dapat memahami permasalahan yang kompleks sebagai suatu kesatuan secara mendalam, kepala sekolah dan guru akan memiliki nilai-nilai dan sikap yang amat diperlukan dalam menjaga dan memberikan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan.
          Jadi yang dimaksud dengan kultur sekolah adalah seperangkat kumpulan nilai kepercayaan, nilai tradisi, dan pola pikir untuk bagaimana bertindak dalam suatu lingkungan sekolah sebagai suatu identitas sekolah yang menentukan proses perkembangan anak didiknya.

b.  Pengertian Manajaemen Berbasis Sekolah (MBS)
Istilah manajemen berbasis sekolah merupakan terjemahan dari “school-based management”. MBS merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.
1) Tujuan MBS
a.  Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam megelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
b.  Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama;
c.  Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya; dan
d. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut:
a.  Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa  pengaruh langsung kepada peserta didik, orang tua, dan guru.
b.  Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal.
c.  Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran, hasil belajar, tingkat pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah.
d.  Adanya perhatian bersama untuk mengambil keputusan, memberdayakan guru, manajemen sekolah, rancangan ulang sekolah, dan perubahan perencanaan.

2) Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
MBS memberikan beberapa manfaat diantaranya :
a.  Dengan kondisi setempat, sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya;
b.  Keleluasaan dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah;
c.  Guru didorong untuk berinovasi;
d.  Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A.   Simpulan
Setelah melakukan pengamatan langsung di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan bertatap muka langsung kepada SD atau objek yang dituju akan lebih baik dan juga memberi pengalaman kepada kami serta memberikan kami pengetahuan yang cukup untuk kedepannya. Kami juga bisa mengetahui situasi dan kondisi yang berkaitan dengan sekolah yang bersangkutan

B.   Saran
Adapun beberapa saran yang kami berikan antara lain :
·         Sebagai calon guru yang professional mahasiswa magang harus melakukan observasi dengan serius dan bertanggung jawab agar memperoleh data atau informasi sesuai dengan kenyataan disekolah yang dituju.
·         Mahasiswa magang sebaiknya ikut terlibat dalam membangun sekolah misalnya ikut berpartisipasi membantu guru atau karyawan dalam melakukan sebuah tugas atau pekerjaan.  



DAFTAR PUSTAKA

Latifiarni, Khilma.     “Pendidikan   membangun kultur  sekolah” <http://tifiacerdikia.wordpress.com/lecture/lecture 6/pendidikan/membangun-kultur-sekolah-berbasis-kepemimpinan/> (diakses 28 Agustus 2014).
M.edukasi, “Penertian Manajemen Berbasis Sekolah”. 12 februarii 2013,<http://www.m-edukasi.web.id/pengertian- manajemen-berbasis-sekolah.html> (diakses 28 Agustus 2014)
Syamsuri, Andi Sukri. (dkk). 2013. Buku Panduan Magang 1. Makassar :  FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
                                  








Lampiran-lampiran
Ø  Proses Pembelajaran di Kelas



Ø  Profil Sekolah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar