LAPORAN
KEGIATAN MAGANG 1
SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE
Oleh
Nama : RISAENALDI
PROGRAM
STUDI S1
JURUSAN PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Agustus,
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT, atas segala limpahan Rahmat, Hidayah dan perlindungan yang di
berikan keada penulis sehinnga penulisan laporan Magang 1 ini dapat di
selesaikan tepat pada waktunya.
Rampungnya penulisan laporan
magang 1 ini dapat di sadari tentunya tidak terlepas dari dukungan, kerja sama dan
bimbingan dari berbagai pihak sehingga penulisan laporan magang 1 ini dapat tersusun, meskipun penulisan masih banyak
kekurangan di dalamnya maka sepantasnya penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan
terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada :
1. Bapak
Khaeruddin, S.Pd.,M.Pd., selaku dosen pengampu yang telah memantau, membimbing serta
memberikan dukungan kepada penulis selama melakukan observasi di sekolah.
2. Bapak
Tawakkal, Spd,M.Si selaku Kepala Sekolah SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
melaksanakan observasi di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
3. Bapak
dan Ibu guru serta staf/karyawan SD Negeri 16/24 Bulu Tellue, yang telah membantu dan membimbing penulis selama melakukan
kegiatan magang 1 ini.
4. Kepada
kedua orang tua yang telah memeberikan support dan bantuannya utamanya materi .
5. Terima
kasih atas semua pihak yang tidak sampai penulis sebutkan satu–persatu dalam laporan
ini. Semoga bantuan dan dukungan dari semua pihak mendapat Ridha dan Rahmat di
sisi Allah SWT. AAMIIN.
Akhirnya penulis
berharap, laporan magang 1 ini dapat menjadi teman dan sahabat yang selalu di
rindukan walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Makassar,………….2014
Penulis.
RUBRIK PENILAIAN
LAPORAN KEGIATAN MAGANG
1
Nama : RISAENALDI
NIM : 10540877213
Jurusan/ Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
|
Bab
|
Kompenen
|
Kriteria
|
SkalaPenilaian
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
Pendahuluan
|
Visi
Misi sekolah
|
|
|
|
|
|
Profil
sekolah
|
|
|
|
|
||
|
2
|
Prosedur
Pelaksanaan
|
Jelas
jumlah siswa, tempat, dan waktu pelaksanaan magang 1
|
|
|
|
|
|
Langkah-langkah
melakukan pengamatan
|
|
|
|
|
||
|
3
|
Hasil pelaksanaan dan
pembahasan
|
Deskripsi
hasil pengamatan langsung kultur sekolah
|
|
|
|
|
|
Deskripsi
hasil pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogik, kepribadian, dan
sosial.
|
|
|
|
|
||
|
Deskripsi
hasil pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik.
|
|
|
|
|
||
|
Deskripsi
hasil pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.
|
|
|
|
|
||
|
Refleksi
hasil pengamatan proses pembelajaran
|
|
|
|
|
||
|
4
|
Simpulan dan Saran
|
Menyajikan
simpulan hasil pelaksanaan.
|
|
|
|
|
|
Saran
tindak lanjut diberikan berdasarkan temuan dan pembahasan hasil pelaksanaan pembelajaran
inovatif di kelas.
|
|
|
|
|
||
|
5
|
Daftar
Pustaka
|
Daftar
pustaka relevan dan penulisannya sesuai ketentuan.
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
||
Keterangan
·
Nilai : 1 kurang sekali;
2 kurang; 3 baik; 4 baik sekali
·
Penentuan Nilai Akhir
(NA) Magang 1
NA = (Jumlah Nilai
Guru Pembimbing + Jumlah NIlai Dosen Pembimbing)/2
·
Interval Nilai
Makassar…………………2014
DosenPengampu,
Khaeruddin, S.Pd. M.Pd.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Visi
Misi SD NEGERI 16/24 Bulu Tellue
Ø Visi
Menyukseskan wajib belajar
dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa dan memelihara kepercayaan warga
masyarakat terhadap sekolah.
Ø Misi
1. Menyiapkan
siswa yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
2. Membentuk
sumber daya manusia yang mampu dalam IPTEK handal dalam IMTAQ
3. Membangun
citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat.
Catatan
: Visi dan misi
SD Negeri 16/24 Bulu Tellue tertulis, dipajang dan sesuai dengan kondisi sekolah.
Visi dan misi sekolah ini disusun bersama pemangku sekolah (kepala sekolah,
guru dan komite sekolah),
semua warga sekolah tahu dan memahami rumusan visi dan misi sekolah.
B. Profil Sekolah
·
Nama Sekolah :
SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE
·
NSS : 101180203016
·
NPSN :
40300864
·
Propinsi :
Sulawesi Selatan
·
Kabupaten :
Pangkajene dan Kepulauan
·
Kecamatan :
Tondong Tallasa
·
Desa/Kelurahan : Bulu Tellue
·
Jalan :
JL. Poros Tondong Tallasa
·
Status Sekolah : Negeri
·
Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi sampai Siang
·
Jenis Dan JumlahRuangan
1. Ruang
Kelas : 6 Ruangan
2. Ruang
KepalaSekolah : 1 Ruangan
3. Ruang
Guru : 1 Ruangan
4. Ruang
Perpustakaan : 1 Ruangan
5. Pos Satpam : 1 Ruangan
6. Mushollah : 1 Ruangan
7. Gudang : 1 Ruangan
8. Wc :
2 Ruangan
9. Dapur : 1 Ruangan
10. Kantin : 1 Ruangan
11. Laboratorium : 1 Ruangan
·
Kualifikasi Guru
1. SPG : 2 Orang
2. D1 : 0 Orang
3. D2 : 0 Orang
4. D3 : 1 Orang
5. S1 : 7 Orang
6. S2 : 1 Orang
7. Total
Guru PNS : 7 Orang
8. Total
Guru Honor : 4 Orang
9. JumlahKeseluruhan
Guru : 11 Orang
·
Data Guru SD NEGERI 16/24 BULU TELLUE
|
No.
|
Nama
|
NIP
|
Status
Kepega-waian
|
Jabatan
|
Golongan
|
|
1.
|
Tawakkal, S.pd., M.Si
|
19560209
198206 2 001
|
PNS
|
Kepala Sekolah
|
IV/a
|
|
2.
|
Rasiah, S.pd. SD
|
19550207
199701 2 003
|
PNS
|
Guru
Kelas
|
IV/a
|
|
3.
|
Ince Nursiah
|
19570228
198203 2 001
|
PNS
|
Guru
Kelas
|
IV/a
|
|
4.
|
Nasiruddin
|
19550105
198303 2 003
|
PNS
|
Guru
Kelas
|
III/a
|
|
5.
|
Hadina Ilyas, S.pd
|
19620520
198303 1 038
|
PNS
|
Guru
Kelas
|
IV/a
|
|
6.
|
Sampara, A.Ma.Pd
|
19610114
198306 2 002
|
PNS
|
Guru
Kelas
|
IV/a
|
|
7.
|
Muh. Akbar Amir, S.pd
|
19671205
199211 2 003
|
PNS
|
G.
BidangStudi
|
IV/a
|
|
8.
|
Suriani, S.pd
|
|
Honor
|
Guru
Kelas
|
|
|
9.
|
Hasmawati, S.pd.i
|
|
Honor
|
G.
BidangStudi
|
|
|
10.
|
Suryani, A.Ma
|
|
Honor
|
G.
BidangStudi
|
|
|
11.
|
Hasniarti, A.Ma
|
|
Honor
|
G.
BidangStudi
|
|
·
Unit kegiatan siswa.
BAB
II
PROSEDUR
PELAKSANAAN
A. Jumlah
siswa, tempat dan waktu pelaksanaan
magang 1.
Ø Jumlah siswa
Jumlah siswa SD Negeri 16/24
Bulu Tellue pada tahun ajaran 2014/2015 yaitu berjumlah 137 siswa,
dimana siswa laki-lakis ebanyak 58 siswa, sedangkan siswa perempuan sebanyak 79 siswa.
Berikut data siswa SD Negeri 16/24
Bulu Tellue
|
Kelas
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
|
1
|
8
|
14
|
22
|
|
|
2
|
11
|
10
|
21
|
|
|
3
|
9
|
12
|
21
|
|
|
4
|
12
|
11
|
23
|
|
|
5
|
7
|
15
|
22
|
|
|
6
|
11
|
17
|
28
|
|
|
Jumlah
|
58
|
79
|
137
|
|
Ø Tempat
Tempat pelaksanaan magang 1
(satu) inii dilaksanakan di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Ø Waktu
Waktu pelaksanaan magang 1 (satu) ini dilaksanakan selama satu bulan mulai dari tanggal 2-30 agustus 2014. Jumlah masuk disekolah selama 12 kali pertemuan. Berada di sekolah dari pukul
06.45 WITA sampai dengan
12.05 WITA.
B.
Langkah-langkah melakukan pengamatan
1. Mahasiswa
diberikan pembekalan magang 1 oleh masing-masing dosen pengampuh.
2. Mahasiswa di berikan kesempatan untuk melakukan magang
1 secara individu disekolah masing-masing yang telah dipilih.
3. Memasukkan surat laporan Magang 1 di Kantor Dinas Pendidkan dan Kepala Sekolah
yang akan ditempati magang 1.
4. Wawancara kepala sekolah,
Guru, dan komite sekolah.
5. Melakukan observasi atau pengamatan dikelas dan lingkungan sekolah.
BAB III
HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pelaksanaan
A.1. Deskripsi
hasil pengamatan langsung kultur sekolah.
1. Kedisiplinan
warga sekolah.
a. Kepala
Sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan
selama beberapa hari, bahwa kepala SD Negeri 16/24 Bulu Tellue telah
menjalankan tugasnya secara maksimal terutama disiplin waktu, cara berpakaian
dan memberi andil dalam kebersihan lingkungan sekolah terutama melaksanakan
Visi dan Misi sekolah dengan baik, serta selalu memberikan bimbingan atau
didikan kepada siswa.
b. Guru
Berdasarkan
hasil pengamatan selama kegiatan magang 1 berlangsung, sebagian besar guru
datang tepat waktu yaitu pukul 07.00 WITA. Guru kelas ikut mengkordinir anak
walinya ikut serta membersihkan ruang dan halaman kelas.
c.
Siswa
Berdasarkan
hasil pengamatan selama kegiatan magang 1 berlangsung, sebagian besar siswa
datang tepat waktu yaitu pukul 07.00 WITA walaupun masih ada yang terlambat.
Siswa yang piket biasanya datang sebelum
pukul 07.00 dan langsung membersihkan ruangan kelas dan halaman kelas, tetapi
ada juga beberapa siswa yang piket terlambat. Tidak ada siswa yang bolos.
2. Program
Kerja
a.
Program Umum
- Rapat
awal tahun ajaran
-
Rapat rutin kepala sekolah dan guru
-
Pembinaan guru
-
Penataan halaman
-
Rapat akhir tahunan
b.
Program pengajaran
-
Menyusun jadwal pelajaran
-
Supervise
-
Tes Semester
-
Pembagian Raport
-
Pelaksanaan Ujian
-
Aktifitas SD
-
Penyerahan STTB
c.
Pogram kemuridan atau kesiswaan
-
Penerimaan murid baru
-
Pendataan murid
-
Pelaksanaan BP
-
Pelaporan format S
-
Kenaikan kelas
-
Pelaksanaan kurikuler
d.
Program personalia
-
Mengusulkan kenaikan pangkat dan gaji berkala
-
Pembagian tugas guru
-
Membuat Dp3
-
Membuat format pegawai
e.
Program peralatan gedung sekolah
-
Menginventariskan buku dan alat peraga
-
Menata perpustakaan sekolah
f.
Program keuangan
-
Menginventarisir sumber keuangan
-
Mengawasi keuangan
-
Pengelolaan keuangan gaji, DDP, BPSD dll.
-
Pelaporan keuangan
g.
Program HUMAS
-
Rapat dengan orang tua murid
-
Rapat dengan komite sekolah
-
Pameran hasil-hasil murid
-
Rapat
pengurus
h.
Program supervise
-
Pemeriksaan administrasi PBM
-
Kunjungan kelas
-
Pemeriksaan sarana dan prasarana
-
Pemeriksaan administrasi tata usaha
-
Pemeriksaan 7K
-
Pemeriksaan keungan rutin dan komite
3.
Sistem Pengelolaan Keuangan
Sumber keuangan di SD Negeri
16/24 Bulu Tellue yaitu dana bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sekolah ini menggunakan bentuk
penganggaran pembukuan dimana semua penerimaan dan pengeluaran
harus dibukukan terlebih dahulu kemudian uangnya diterima atau dibayarkan.
Pengelolaan anggaran di sekolah ini
yaitu:
Ø Dana
dibelanjakan sesuai rencana
Ø Pembelanjaan
dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Ø Dana
tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan pada
pihak penerima tanpa persetujuan.
4.
Sistem Pembelajaran
Sistem pembelajaran di SD Negeri 16/24
Bulu Tellue yaitu sistem pembelajaran terpadu, dimana guru menggabungkan
berbagai mata pelajaran . Manfaat dari pelajaran terpadu yaitu akan terjadi
pengehematan karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan,
meningkatkan taraf kecakapan berpikir siswa, memberikan penerapan-penerapan
dunia nyata sehingga dapat mempertinggi kesempatan transfer pembelajaran, siswa
akan lebih aktif dan otonom dalam pemikirannya, membantu menciptakan struktur
kognitif atau pengetahuan awal siswa, dan akan terjadi transfer pemahaman dari
satu konteks ke konteks yang lain, meningkatkan kerjasama antara para guru,
para siswa, guru dan siswa.
5.
Partisipasi masyarakat terhadap sekolah (
Komite )
Dari hasil pengamatan dan wawancara
selama kegiatan magang 1 ini berlangsung, partisipasi masyarakat
terhadapsekolah ( komite ) yaitu pada saat pemilihan komite dan berpartisipasi
melalui pemikiran-pemikiran atau saran-saran kepada sekolah.
6.
Hubungan Sosial antar warga sekolah
a) Hubungan
Sosial kepala sekolah dengan guru dan karyawan serta dengan siswa.
·
Hubungan Kepala Sekolah dengan guru-guru sangat baik,
seperti yang saya amati ketika siswa ada lomba kepala Sekolah bersama guru
mendampingi siswa tersebut.
·
Karyawan selalu membantu Kepala Sekolah ketika ada hal
yang harus dikerjakan.
·
Ketika bertemu dengan Kepala Sekolah siswa langsung
bersalaman. Kepala Sekolah ikut mendampingi siswa ketika ada perlombaan
·
Kepala SD Negeri 16/24 Bulu Tellue juga bersifat
otoriter, selalu terbuka sehingga permasalahan apa saja yang dihadapi di
sekolah selalu dipecahkan secara bersama-sama. Kepala sekolah menjunjung tinggi
nilai sikap saling menghargai terhadap guru, karyawan dan siswa.
b) Hubungan
sosial antara guru, karyawan dan siswa
Karyawan selalu membantu guru-guru,
misalnya Tata Usaha, membantu mengetik soal-soal ujian, pengelola UKS, membantu
ketika ada yang sakit.
Ketika datang, siswa selalu
bersalaman dengan guru-guru. Ketika ada siswa yang bertengkar guru menasehati
dan membimbing mereka.
Hubungan sosial antara guru,
karyawan dan siswa di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue terjalin akrab, harmonis dan
memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga memiliki hubungan kekeluargaan yang
erat, tanpa memandang suatu perbedaan baik jabatan maupun latar belakang.
c) Hubungan
sosial antara guru dengan guru
Hubungan Guru dengan guru sangat
baik, tidak ada perselisihan, mereka saling memberikan masukan, saling mengisi
kekurangan. Ketika pagi guru-guru saling bersalaman.Jika istirahat guru-guru
berkumpul di Ruang guru dan mereka saling berinteraksi.
d) Hubungan
sosial antara siswa dengan siswa
Hubungan siswa dengan siswa sangat
baik, meskipun mereka bertengkar tetapi setelah itu mereka bermain bersama
lagi.Terkadang ada siswa yang suka mengganggu teman-temannya.
7.
Hubungan Warga Sekolah dengan Komite Sekolah
Hubungan antara Warga Sekolah dengan
Komite Sekolah sangat baik, Komite Sekolah berperan aktif ketika mengadakan
rapat dengan orangtua murid.
8.
Hubungan Antara Warga Sekolah dengan Masyarakat
Sekitar dan Orang Tua Murid
Ketika ada siswa yang mengikuti
perlombaan orangtuanya, mendukung serta bersedia mendampingi anaknya. Siswa
yang tinggalnya jauh dari sekolah orangtuanya mengantar dan menjemput. Ketika
ada siswa yang sakit orangtuanya langsung memberitahukan kepada guru wali
kelasnya di sekolah.
9. Sikap siswa
terhadap
·
Kepala Sekolah
Siswa di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue
menghargai dan menghormati kepala sekolah sebagai pemimpin. Mereka selalu patuh
terhdap kepala sekolah dan peraturan-peraturan sekolah. Cara berkomunikasi
antara siswa dengan kepala sekolah sangat baik, santun dan efektif.
·
Guru
Sikap siswa di SD Negeri 16/24 Bulu
Tellue terhadap guru, menghargai, menghormati
dan patuh. Tetapi, masih ada sebagian siswa yang masih mengabaikan
perintah guru. Misalnya: apabila guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan
kepada siswa. Sebagian siswa mengerjakan, namun sebagiannya mengabaikan.
Komunikasi siswa terhadap guru
sangat baik, sopan dan efektif. Siswa selalu berani bertanya apabila menemukan
masalah atau kesulitan dalam belajar.
·
Para Tamu (orang luar yang berkunjung)
Siswa selalu
menunjukan sikap yang baik, ramah, serta saling menghargai dan menghormati
apabila ada tamu atau orang luar yang datang berkunjung di SD Negeri 16/24 Bulu
Tellue, cara berkomunikasinya pun santun dan wajar sehingga orang luar atau tamu yang datang
tidak segan untuk bertanya dan cepat akrab.
A.2. Deskripsi hasil pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogik, kepribadian, dan sosial.
1. Kompetensi dasar pedagogik
Komepetensi dasar pedagogik
merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi:
Ø Pemahaman
wawasan atau landasan kependidikan
Ø Pemahaman
terhadap peserta didik
Ø Pengembangan
kurikulum/silabus
Ø Perancangan
pembelajaran
Ø Pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan logis
Ø Evaluasi
hasil belajar
Ø Pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi
dasar pedagogik guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue
1) Kegiatan
pembelajaran yang mendidik di kelas dan di lapangan.
-
Kelas
Guru menjelaskan materi pelajaran secara terpadu,
terperinci, jelas dan cepat, sehingga peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Dengan
adanya pembelajaran yang terpadu tersebut siswa memperoleh pengetahuan dan
keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran
menjadi bermakna bagi siswa.
-
Lapangan
Dari hasil pengamatan, kegiatan pembelajaran di
lapangan di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue yaitu guru menjelaskan, mengarahkan dan
membimbing siswa, cara berbaris yang benar dan rapi serta menjelaskan materi
yang berkaitan dengan kegiatan olahraga dengan menggunakan alat peraga, seperti
cara bermain bola kaki, bermain bola voli, dan lain sebagainya sehingga siswa
dapat memahami mudah kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
2) Kegiatan
Pembelajaran yang Mendorong Peserta didik mencapai prestasi belajar secara
optimal.
Dari hasil
pengamatan, kegiatan pembelajaran yang mendorong peserta didik mencapai
prestasi belajar secara optimal yaitu guru memberikan bimbingan khusus bagi
siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam hal ini, diperlukan
interaksi antara guru dan siswa, dimana siswa bertanya kepada guru mengenai
kesulitan apa yang dialaminya atau guru juga langsung menanyakan kesulitan apa
yang dialami siswa sehingga siswa tidak putus asa.
Guru juga
memberikan penguatan kepada peserta didik agar dapat aktif dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga mampu mencapai kriteria yang baik.
3) Mengamati
Berbagai Kegiatan Pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik,
termasuk kreativitasnya, yang dilakukan guru.
Kegiatan
pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk
kreativitasnya yang dilakukan guru adalah pada saat kegiatan pembelajaran di
kelas guru sudah menerapkan pembelajaran berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif,
Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Misalnya guru mengajar dengan
metode yang lebih inovatif seperti metode diskusi, eksperimen, demonstrasi,
ceramah, main peran serta penugasan. Contohnya dalam menyajikan materi
pelajaran Matematika yang dilakukan guru untuk menyajikan materi adalah:
menjelaskan secara terperinci dan berusaha menemukan jawaban atas masalah yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat mudah memahami dan
dimengerti dan ada juga guru menyajikan pelajaran matematika dengan cara metode
hitung jari anak sehingga anak-anak mudah mengerti. Agar siswa tetap semangat
dan konsentrasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas. Guru dapat menyajikan
materi pembelajaran dengan cara bermain semacam game yang berkaitan dengan
materi sehingga dapat mengaktualisasikan potensi peserta didik. Kreativitas itu
yang dapat mendorong peserta didik untuk semangat dalam belajar.
4) Mengamati
Kegiatan guru melakukan Refleksi terhadap Pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kegiatan
guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah
memberikan pertanyaan kepada siswa menyangkut materi yang telah diajarkan
sebelumnya dengan tujuan apakah siswa telah memahami dan mengikuti serius
kegiatan pembelajaran.
Guru
menyimpulkan materi pelajaran dengan cara dituliskan dipapan tulis secara
singkat dan menjelaskannya secara terperinci supaya siswa lebih mengerti.
Kegiatan lain yang dilakukan guru adalah memberikan latihan soal yang berkaitan
dengan materi yang telah diajarkan dengan cara mengoreksinya secara satu
persatu.
2. Kompetensi kepribadian.
Kompetensi
kepribadian merupakan kemampuan kepribadian yang meliputi :
Ø Mantap
Ø Dewasa
Ø Stabil
Ø Arif dan
bijaksana
Ø Berwibawa
Ø Berakhlak
mulia
Ø Menjadi
teladan bagi peserta didik dan masyarakat
Ø Evaluasi
kinerja sendiri
Ø Mengembangkan
diri secara berkelanjutan
Kompetensi
kepribadian guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
1) Mengamati
perilaku saling menghargai antar warga sekolah tanpa membedakan keyakinan yang
dianut, suku, adat istiadat, daerah asal dan gender.
Dari hasil pengamatan, perilaku warga
sekolah SD Negeri 16/24 Bulu Tellue dilihat dari segi keyakinan yang dianut
saling menghargai sesama umat islam berhubung 100% warga sekolah menganut agama
yang sama yaitu islam. Sedangkan dilihat dari segi suku, adat istiadat, daerah
asal dan gender, warga sekolah selalu menunjukkan sikap yang baik, cara
berkomunikasinya santun dengan menggunakan bahasa Indonesia sehingga orang luar
yang datang tidak tersinggung, meskipun masih ada sebagian kecil warga sekolah
yang menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi.
2) Mengamati
sikap dan perilaku warga sekolah, terhadap norma-norma yang dianut (agama,
hukum, dan sosial) yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional
indonesia yang beragam.
Dari hasil pengamatan, warga SD Negeri
16/24 Bulu Tellue
Ø Menunjukan
sikap yang wajar dan santun
Ø Taat
terhadap aturan yang dianut (Agama,
Hukum, dan sosial) yang berlaku dalam masyarakat.
Ø Selalu
menunjukan sikap yang ramah dan cara berinteraksinya pun baik.
3) Mengamati
berbagai strategi berkomunikasi yang
efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan di Lingkungan
Sekolah.
Dalam berkomunikasi secara lisan
maupun tulisan warga sekolah lebih sering menggunakan bahasa Indonesia
dibandingkan bahasa daerah terutama dalam proses belajar mengajar baik di dalam
maupun di luar kelas. Dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan warga sekolah
selalu memakai bahasa yang santun dan mudah dipahami.
4) Mengamati
komunikasi para guru, staf, dan kepala sekolah dari sudut komunikasi yang
efektif, empatik dan santun pada peserta didik dengan bahasa yang khas dalam
interaksi pembelajaran yang terbangun secara klasikal mulai dari:
Ø Penyiapan kondisi
psikologi peserta didik
Sebelum memulai pelajaran terlebih dahulu, guru selalu
mengingatkan dan mengajarkan siswa untuk berdoa.
Ø Memberikan
pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon
dalam memberikan pertanyaan atau tugas,
guru mengajukan pertanyaan kemudian segera menunjuk salah seorang siswa untuk
menjawab.
Ø Respon
peserta didik
Saat siswa
menerima pertanyaan yang diberikan guru, sebagian besar siswa aktif dalam
menjawab pertanyaan.
Ø Reaksi guru
terhadap respon peserta didik
Ketika ada
siswa yang berani untuk menjawab pertanyaan, guru selalu memberikan pujian agar siswa termotivasi untuk selalu
aktif dalam pembelajaran.
3. Kompetensi sosial
Kompetensi
sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk :
Ø Berkomunikasi
secara lisan maupun tulisan
Ø Menggunakan
tekhnologi komunikasi dan informasi secara fungsional.
Ø Bergaul
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua/wali peserta didik.
Ø Bergaul
secara santun dengan masyarakat sekitar.
Kompetensi
sosial guru di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue.
1) Mengamati
sikap inklusif dan obyektif guru terhadap peserta didik, teman sejawat dan
lingkungan sekitar dalam melakukan pembelajaran.
·
Guru terhadap peserta didik
Jika ada
siswa mengalami kesulitan atau masalah, guru memanggil orangtuanya untuk
mencari solusi dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa
tersebut.
·
Guru terhadap teman sejawat dan lingkungan sekitar.
Jika seorang
guru mempunyai kesulitan maka guru yang lainnya selalu memberikan masukan atau
memberikan pikiran untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Guru sama-sama
saling mengisi kekurangan yang ada pada diri mereka masing-masing. Misalnya
seorang guru mempunyai kesulitan dalam pembelajaran dikelas, maka guru yang
lain saling mengisi dan memberikan masukan agar guru tersebut dapat menjalani
pembelajaran yang lebih baik pada siswanya.
2) Mengamati
komunikasi para guru dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya apakah
dilakukan secara santun, empatik, dan efektif.
Dalam
berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah tentunya guru
menggunakan bahasa yang santun dan bahasa yang mudah di mengerti.
3) Mengamati
komunikasi warga sekolah dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam
menginformasikan program pembelajaran dan dalam mengatasi kemajuan dan
masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik apakah dilakukan secara
santun, empatik, dan efektif.
Untuk
memajukan pendidikan, guru mengadakan rapat yang dihadiri oleh orangtua murid.
Bagaimana partisipasi dan peran orangtua murid terhadap pendidikan anaknya.
Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru memanggil orangtuanya untuk bisa
mencari solusi terhadap masalah atau kesulitan siswa.
4) Mengamati
keikutsertaan orangtua peserta didik dan masyarakat dalam mendukung program
sekolah, pelaksanaan program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar
peserta didik.
Orangtua
tentunya sangat mendukung anaknya menjadi orang yang sukses. Jika seoarang
siswa ada yang sakit dan tidak bisa masuk sekolah maka orangtuanya
memberitahukan atau mengirim surat buat wali kelasnya.
A.3. Deskripsi hasil pengamatan
untukmemperkuat pemahaman peserta didik
1) Mengamati
karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional,
moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
Dalam
aspek fisik siswa dalam suatu kelas
bervariasi ada yang gemuk, ada yang kurus, ada yang tinggi, ada yang pendek.
Dalam aspek intelektual juga berbeda-beda
ada yang daya serapnya cepat, ada yang
sedang dan ada juga yang daya serapnya lambat. Sosial-emosional,
dalam hubungan dengan teman-teman yang lain ada siswa yang cepat marah, egonya
masih ada, ada yang sabar, rasa ingin memiliki sesuatu sangat tinggi.
Moral, tingkah laku peserta didik
ada yang disiplin tepat waktu, disiplin dalam berpakaian, disiplin dalam
kebersihan lingkungan dan ada juga yang tidak. Sikap saling menghargai dan
saling tolong menolong antar sesama. Spritual, dalam keagamaan siswa
sering melakukan doa bersama sebelum dan sesudah pelajaran. Untuk lebih
mengembangkan rasa spritual siswa, maka setiap hari jum’at bukan hanya siswa
saja semua warga sekolah ikut melaksanakan Tafakur dan sholat Dhu’ha
bersama-sama.
Latar belakang Sosial-budaya siswa
berbeda-beda ada yang orang tuanya Petani, PNS, Polri, Buruh, dan ada juga
Pedagang. Tetapi hubungan pergaulan mereka tidak ada rasa perbedaan dengan
latar belakang sosial-budaya.
2) Mengindentifikasi
potensi peserta didik dalam lima mata pelajaran
Siswa
mempunyai kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Ada siswa yang pandai dalam
pelajaran Bahasa Indonesia, ada juga dalam pelajaran Matematika, Bahasa
Inggris, IPA dan IPS. Tetapi itu tidak untuk semua siswa ada juga beberapa
siswa mengalami kesulitan dalam lima mata pelajaran tesebut.
3) Mengindentifikasi
kemampuan awal peserta didik dalam lima mata pelajaran
Dalam lima pelajaran ada siswa yang
mengetahui lebih dulu materi yang diberikan ada juga belum mengetahui.
4) Mengindentifikasi
kesulitan peserta didik dalam lima mata pelajaran
Kesulitan
yang terjadi pada siswa dalam lima mata pelajaran adalah dimana saat mata
pelajaran Matematika diajarkan, kesulitan siswa terlihat disaat perhitungan dan
pembagian. Dan ada juga siswa yang mengalami kesulitan tapi tidak ingin bertanya
hanya diam saja. Dengan cara melihat atau mengecek secara individu akhirnya
siswa baru mengatakan bahwa dia belum mengerti dengan materi yang telah
dijelaskan. Guru memberikan tugas atau ulangan, maka dari ulangan yang telah
diberikan, Guru mengetahui siswa mana yang memiliki kesulitan dalam materi yang
diberikan.
A.4. Deskripsi
hasil pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.
1. Kegiatan
awal proses pembelajaran
Guru selalu membuka pelajaran dengan
mengajak siswa untuk berdo’a terlebih dahulu. Kemudian guru mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tentang pembelajaran yang akan dipelajari, hal ini
dilakukan guru agar guru dapat mengukur pemahaman peserta didik sebelum proses
pembelajaran berlangsung.
2. Proses
pembelajaran
Dari hasil pengamatan proses
pembelajaran di kelas di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue, semua kelas memiliki
program semester pembelajaran, dimana program semester tersebut sebagian besar
digunakan. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan semua pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat.
Metode yang digunakan guru
dalam proses pembelajaran yaitu metode pembelajaran yang bervariasi atau
terpadu. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yaitu sebagian besar
siswa aktif dalam bertanya, menjawab atau menyatakan pendapat dengan tertib,
meskipun masih ada siswa yang baru berani bertanya, menjawab atau mengajukan
pendapat bila ditunjuk oleh guru.
Pemanfaatan sumber belajar yang
dilakukan guru yaitu guru terampil menggunakan berbagai sumber belajar
(termasuk lingkungan sekitar) yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan.
Guru menggunakan media untuk
memberikan contoh konkrit yang menghubungkan antara teori dan praktik dan
merangsang anak berpikir kritis, dimana sebagian besar siswa dapat melihat
dengan jelas demonstrasi penggunaan alat peraga, dapat mendengar penjelasan
demonstrasi alat peraga, dan memahami cara penggunaannya.
Dalam proses pembelajaran guru
membuat LKS dan memberikan kepada siswa.
3. Refleksi
hasil pembelajaran
Sebelum
kegiatan proses belajar mengajar ditutup atau diakhiri, guru mengajukan
pertanyaan kepada siswa tentang pembelajaran yang telah dipelajari, hal ini
untuk mengetahui apakah siswa paham dan memperhatikan pelajaran yang baru saja
dipelajari, kemudian guru memberi tugas kepada siswa. Setelah itu guru menutup
pelajaran dengan berdo’a.
A.5. Refleksi
hasil pengamatan proses pembelajaran.
Dari hasil pengamatan proses belajar
mengajar di SD Negeri 16/24 Bulu Tellue sudah baik, dimana disemua mata
pelajaran / tema menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan semua
pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat, guru juga selalu memancing siswa
dengan pertanyaan-pertanyaan sehingga siswa mampu mengeluarkan ide mereka
sendiri. Dari segi penilaian juga sudah baik, dimana guru menggunakan penilaian
proses dan hasil, serta memanfaatkannya untuk kegiatan tindak lanjut. Hasil
belajar siswa dijadikan referensi evaluasi mengajar guru dan pelaksanaan
remedial atau pengayaan pembelajaran siswa secara keseluruhan. Meskipun proses
belajar mengajar di kelas sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang belum
mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) yang telah ditetapkan, hal ini
diperlukanpendekatan dan perhatian khusus serta peran serta orangtua dalam
membimbing siswa tersebut.
B. Pembahasan
Kultur
merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat,
yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik
maupun abstrak. Kultur ini juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku, nilai-nilai,
sikap hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, dan
sekaligus cara untuk memandang persoalan dan memecahkannya. Oleh karena itu,
suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh satu generasi kepada generasi
berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang yang didesain untuk
memperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut.
Konsep kultur di dunia pendidikan berasal dari kultur tempat kerja di dunia
industri, yakni merupakan situasi yang akan memberikan landasan dan arah untuk
berlangsungnya suatu proses pembelajaran secara efisien dan efektif.
Faktor pembentuk kultur sekolah
misalnya adalah nilai, moral, sikap dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama
waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan yang
dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah, serta oleh interaksi mereka
dengan aspek-aspek dan komponen yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah,
guru, materi pelajaran dan antar siswa sendiri. Aturan sekolah yang ketat
berlebihan dan ritual sekolah yang membosankan tidak jarang menimbulkan konflik
baik antar siswa maupun antara sekolah dan siswa. Sebab aturan dan ritual
sekolah tersebut tidak selamanya dapat diterima oleh siswa. Aturan dan ritual
yang oleh siswa diyakini tidak mendatangkan kebaikan bagi mereka, tetapi tetap
dipaksakan akan menjadikan sekolah tidak memberikan tempat bagi siswa untuk
menjadi dirinya.
Kultur
sekolah biasanya berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah
tentang masa depan sekolah. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi
tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur
sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala
sekolah, guru, orang tua, staf administrasi dan tenaga profesional. Kultur
sekolah akan baik apabila:
a) kepala dapat berperan sebagai model,
b) mampu membangun tim kerjasama,
c) belajar dari guru, staf, dan siswa, dan,
d) harus memahami kebiasaan yang baik
untuk terus dikembangkan.
Kepala sekolah dan guru harus mampu
memahami lingkungan sekolah yang spesifik tersebut. Karena, akan memberikan
perspektif dan kerangka dasar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai
problem yang terjadi di sekolah. Dengan dapat memahami permasalahan yang
kompleks sebagai suatu kesatuan secara mendalam, kepala sekolah dan guru akan
memiliki nilai-nilai dan sikap yang amat diperlukan dalam menjaga dan
memberikan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan.
Jadi yang dimaksud dengan kultur sekolah
adalah seperangkat kumpulan nilai kepercayaan, nilai tradisi, dan pola pikir
untuk bagaimana bertindak dalam suatu lingkungan sekolah sebagai suatu
identitas sekolah yang menentukan proses perkembangan anak didiknya.
b. Pengertian Manajaemen Berbasis Sekolah (MBS)
Istilah
manajemen berbasis sekolah merupakan terjemahan dari “school-based management”.
MBS merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada
tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan
nasional.
1) Tujuan MBS
a. Meningkatkan
mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam megelola dan
memberdayakan sumber daya yang tersedia;
b. Meningkatkan
kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
melalui pengambilan keputusan bersama;
c. Meningkatkan
tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang
mutu sekolahnya; dan
d. Meningkatkan
kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS
yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa
keuntungan berikut:
a. Kebijaksanaan
dan kewenangan sekolah membawa pengaruh
langsung kepada peserta didik, orang tua, dan guru.
b. Bertujuan
bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal.
c. Efektif dalam
melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran, hasil belajar, tingkat
pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah.
d. Adanya
perhatian bersama untuk mengambil keputusan, memberdayakan guru, manajemen
sekolah, rancangan ulang sekolah, dan perubahan perencanaan.
2) Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
MBS memberikan beberapa manfaat diantaranya :
a. Dengan kondisi
setempat, sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada
tugasnya;
b. Keleluasaan
dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk
berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya
sebagai manajer maupun pemimpin sekolah;
c. Guru didorong
untuk berinovasi;
d. Rasa tanggap
sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan
sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Setelah melakukan pengamatan langsung di SD Negeri 16/24
Bulu Tellue dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan bertatap muka
langsung kepada SD atau objek yang dituju akan lebih baik dan juga memberi
pengalaman kepada kami serta memberikan kami pengetahuan yang cukup untuk
kedepannya. Kami juga bisa mengetahui situasi dan kondisi yang berkaitan dengan
sekolah yang bersangkutan
B. Saran
Adapun
beberapa saran yang kami berikan antara lain :
·
Sebagai calon guru yang professional
mahasiswa magang harus melakukan observasi dengan serius dan bertanggung jawab
agar memperoleh data atau informasi sesuai dengan kenyataan disekolah yang
dituju.
·
Mahasiswa magang sebaiknya ikut terlibat
dalam membangun sekolah misalnya ikut berpartisipasi membantu guru atau
karyawan dalam melakukan sebuah tugas atau pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Latifiarni, Khilma. “Pendidikan membangun kultur sekolah” <http://tifiacerdikia.wordpress.com/lecture/lecture
6/pendidikan/membangun-kultur-sekolah-berbasis-kepemimpinan/>
(diakses 28 Agustus 2014).
M.edukasi, “Penertian Manajemen Berbasis Sekolah”.
12 februarii 2013,<http://www.m-edukasi.web.id/pengertian-
manajemen-berbasis-sekolah.html> (diakses 28 Agustus
2014)
Syamsuri, Andi Sukri. (dkk). 2013. Buku Panduan Magang 1. Makassar : FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Lampiran-lampiran
Ø Proses Pembelajaran di Kelas
Ø Profil Sekolah